MAKASSAR - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Negeri Kota Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan rutin yang inovatif pada Sabtu, 9 Mei 2026. Berlokasi di UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 guru matematika SMP se-Kota Makassar dengan menghadirkan Dr. Rudi Mansyur, S.Si., M.Si., selaku Kabag Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai narasumber utama, didampingi oleh Ibu Dewi Sartika, Widyaprada BBPMP.
Pertemuan ini difokuskan pada tema "Integrasi Koding dalam Pembelajaran Matematika" dengan aktivitas yang dirancang sesuai dengan konsep pembelajaran mendalam. Alur kegiatan mengikuti lintasan belajar yang komprehensif, diawali dengan pemaparan singkat oleh Dr. Rudi Mansyur mengenai konsep dasar koding dan pentingnya transformasi digital di era Revolusi Industri 4.0. Dr. Rudi menekankan bahwa koding adalah proses mengonversi keinginan manusia menjadi format yang dapat dipahami komputer, yang menjadi fondasi penting dalam kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) bagi guru masa kini.
Memasuki tahap aplikasi, Ibu Dewi Sartika memandu para peserta secara langsung untuk mempraktikkan simulasi studi kasus menggunakan aplikasi Pictoblox. Dalam sesi ini, para guru diajak mengimplementasikan empat pilar Berpikir Komputasi (Computational Thinking)—Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Perancangan Algoritma—ke dalam proyek koding nyata, seperti simulasi anggaran renovasi lantai sekolah. Kegiatan kemudian ditutup dengan tahap refleksi yang dipimpin kembali oleh Dr. Rudi Mansyur untuk memastikan pemahaman mendalam para peserta.
Materi yang disajikan dinilai sangat menarik dan relevan dengan arahan Direktur Pendidikan Dasar pada bimbingan teknis (bimtek) fasilitator nasional (fasnas) yang diikuti oleh bapak Najamuddin, S.Pd., M.Pd., ketua MGMP Matematika SMP Kota Makassar baru-baru ini. Arahan tersebut mengharapkan para guru untuk aktif mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran, termasuk memaksimalkan pemanfaatan Perangkat Instruksional Digital (PID).
Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional murid, selaras dengan program prioritas Kemendikdasmen untuk menyiapkan generasi yang melek teknologi. Dengan memadukan metode koding bersama model Problem Based Learning (PBL) atau Project-Based Learning (PjBL), guru dapat membimbing murid mencapai tingkat kompetensi numerasi yang lebih tinggi dan bernalar kritis. (/jt)
















