Bagi rekan-rekan guru Matematika SMP di Kota Makassar yang ingin memiliki akun office 365 secara GRATIS, silahkan mengisi formulir pada link https://bit.ly/mgmp365

Friday, April 24, 2020

Pembuatan Akun Microsoft 365 Bagi Guru Matematika SMP di Kota Makassar

Pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini bukan lagi menjadi tuntutan era abad 21 saja, akan tetapi telah menjadi kebutuhan pokok layaknya sembako di era pandemi Covid-19. Berbagai cara dan strategi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain di tengah maraknya Pembatasan Sosial yang diterapkan oleh pemerintah mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Akibat pandemi Covid-19, hampir semua institusi dan perusahaan ditutup untuk mencegah penularan virus Corona tidak terkecuali sekolah dan berbagai institusi pendidikan sampai waktu yang tidak ditentukan. Penutupan sekolah dan institusi pendidikan mengakibatkan seluruh aktifitas yang biasanya dilakukan di ruang kelas secara luring, kini seluruhnya terpaksa dilakukan secara online agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Kegiatan proses pembelajaran yang harus dilakukan secara online tidak hanya membutuhkan jaringan internet yang memadai, akan tetapi juga membutuhkan kreatifitas dari para guru dalam memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi agar tetap bisa membelajarkan para peserta didik. Berbagai aplikasi dan produk teknologi, informasi dan komunikasi yang dapat digunakan oleh para pendidik dan peserta didik agar bisa tetap berkomunikasi di tengah pandemi Corona, di antaranya adalah Microsoft Office 365.
Adapun manfaat Microsoft Office 365 bagi pendidik dan peserta didik adalah sebagai berikut:

Manfaat untuk pendidik:
  • Selesaikan tugas dengan penulisan bersama secara real-time, penyimpanan otomatis, serta berbagi praktis di aplikasi web favorit Anda: Word, PowerPoint, dan Excel.
  • Selalu ikuti informasi dalam email dengan Outlook untuk web dan kotak surat sebesar 50 GB.
  • Gunakan Microsoft Teams, hub digital yang memadukan percakapan, panggilan, konten, dan aplikasi yang diperlukan sekolah Anda agar menjadi lebih kolaboratif dan terlibat.
  • Tingkatkan hasil belajar dengan fitur aksesibilitas bawaan dan Alat Pembelajaran yang mendukung kegiatan membaca, menulis, matematika, dan komunikasi.
  • Selalu tertata dengan OneNote, buku catatan digital Anda.
  • Tetap terhubung dengan rekan kerja Anda menggunakan Teams dan Buku Catatan Kelas, Staf, dan PLC di OneNote.
  • Adakan dan lakukan penilaian autentik dengan Forms.
  • Ceritakan kisah secara digital dengan Sway.
  • Tak perlu cemas kehabisan ruang dengan penyimpanan cloud pribadi tak terbatas.
Manfaat untuk pendidik dan tenaga kependidikan (staf):
  • Sampaikan informasi dan libatkan semua orang dengan situs komunikasi dan situs tim di seluruh intranet Anda menggunakan SharePoint.
  • Dukung kepatuhan dengan solusi dari pusat eDiscovery terpadu.
  • Selalu aman dan terlindung dengan manajemen hak, pencegahan kehilangan data, dan enkripsi.
  • Buat, kelola, dan bagikan video dengan aman di sekolah Anda dengan layanan video perusahaan.
  • Rancang aplikasi tanpa perlu menulis kode untuk memperluas data bisnis dengan cepat menggunakan aplikasi seluler dan web kustom.
  • Gunakan automasi alur kerja di seluruh aplikasi dan layanan untuk mengotomatiskan proses bisnis tanpa perlu menulis kode.
  • Lakukan komunikasi dengan mudah menggunakan konferensi video HD.
  • Penyimpanan email tak terbatas dengan pengarsipan di tempat.
  • Dapatkan email tingkat lanjut dengan pengarsipan dan pembekuan dokumen hukum.
  • Jumlah maksimum pengguna: tidak terbatas.    
Manfaat untuk peserta didik:
  • Selesaikan tugas dengan penulisan bersama secara real-time, penyimpanan otomatis, serta berbagi praktis di aplikasi web favorit Anda: Word, PowerPoint, dan Excel.
  • Selalu ikuti informasi dalam email dengan Outlook untuk web dan kotak surat sebesar 50 GB.
  • Gunakan Microsoft Teams, hub digital yang memadukan percakapan, panggilan, konten, dan aplikasi yang diperlukan sekolah Anda agar menjadi lebih kolaboratif dan terlibat.
  • Tingkatkan hasil belajar dengan fitur aksesibilitas bawaan dan Alat Pembelajaran yang mendukung kegiatan membaca, menulis, matematika, dan komunikasi.
  • Selalu tertata dengan OneNote, buku catatan digital Anda.
  • Tetap terhubung dengan Teams dan Buku Catatan Kelas OneNote.
  • Lakukan penilaian autentik dengan Forms.
  • Ceritakan kisah secara digital dengan Sway.
  • Tak perlu cemas kehabisan ruang dengan penyimpanan cloud pribadi tak terbatas.
Harga Office 365 memang fantastis bagi orang awam, akan tetapi Microsoft memberikan Office 365 secara gratis bagi sekolah dan lembaga pendidikan termasuk organisasi pendidikan seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tentunya memenuhi syarat dan melalui proses validasi oleh Tim Microsoft. 
MGMP Matematika SMP Kota Makassar sebagai organisasi pendidikan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan akun Office 365 for Education secara gratis untuk jumlah user unlimited. Dalam proses registrasi dan validasi, MGMP Matematika SMP Kota Makassar difasilitasi oleh Bapak Mansur, S.Pd sebagai Microsoft Innovative Educator Fellow. Beliau selain bekerja sebagai Guru Matematika di SMP Negeri 2 Pangsid Sidrap juga sebagai Microsoft Innovative Educator Expert. 
Setelah registrasi, selanjutnya melalui proses validasi yang dilakukan oleh Pak Mansur dan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam Tim Microsoft sudah menghubungi admin MGMP untuk melakukan proses aktivasi.
Selanjutnya bagi rekan-rekan guru Matematika SMP di Kota Makassar yang ingin memiliki akun office 365 secara GRATIS, silahkan Klik Disini
Setelah mendapatkan akun Office 365 dari admin, selanjutnya Login pada website Office.com
Untuk lebih jelasnya, baca juga Cara Penggunaan Akun Microsoft Office 365.
Pemanfaatan Office 365 bagi guru dan peserta didik akan dibahas pada pertemuan MGMP berikutnya. (jt)
Share:

Saturday, March 14, 2020

Peningkatan Kompetensi Guru Penggerak Melalui Lesson Study

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kota Makassar mengadakan pertemuan rutin untuk bulan Maret 2020 pada tanggal 14 Maret 2020 bertempat di Aula Penerbit PT. Erlangga, Jalan Letjen Hertasning No. 50 Makassar. Kegiatan yang bertemakan Peningkatan Kompetensi Guru Penggerak Melalui Lesson Study ini sedianya dihadiri oleh jajaran pengurus dan seluruh anggota, akan tetapi mengingat efektifitas serta tempat pelaksanaan tidak mampu menampung seluruh anggota maka terpaksa jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang saja. Sekalipun demikian, kegiatan ini tetap dihadiri oleh 54 orang melebihi kuota yang telah ditentukan. Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ahmad Hidayat.

Dalam sambutannya, Kabid Dikdas menghimbau agar guru dapat mengimplementasikan merdeka belajar dengan menjadi guru kreatif dalam pembelajaran di kelas. Beliau juga berharap agar seluruh guru di kota Makassar khususnya guru matematika bisa lebih aktif mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi sebagai guru melalui kegiatan MGMP.
Sementara itu, ketua MGMP, Najamuddin dalam sambutannya mereview kegiatan Bedah SKL pada pertemuan bulan Februari yang lalu. Ketua MGMP yang lebih akrab disapa Pak Naja ini memberikan penekanan bahwa peserta yang berhak mendapatkan sertifikat untuk kegiatan Bedah SKL adalah peserta yang telah menyelesaikan tagihan pada pertemuan tersebut.
Selanjutnya materi Peningkatan Guru Penggerak Melalui Lesson Study dipaparkan oleh Ibu Andi Waru Paluseri, salah seorang guru Matematika di SMP Negeri 30 Makassar dan dipandu oleh Jamaluddin Tahuddin, guru SMP Negeri 28 Makassar. Dalam paparannya, Bu Andi menjelaskan bahwa lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community
Adapun tahapan lesson study terdiri dari 3 tahap, yakni Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Do), dan Refleksi (See). Sedangkan langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

1. Membentuk kelompok lesson study, 
Pada langkah ini, yang dilakukan adalah merekrut anggota kelompok, menyusun komitmen tentang tugas-tugas yang harus dilakukan, menyusun jadwal pertemuan dan membuat aturan-aturan kelompok.

2. Memfokuskan lesson study, 
Menentukan dan menyepakati tema permasalahan, Merumuskan fokus permasalahan atau tujuan utama pemecahan masalah, Memilih subbidang studi, topik dan unit pelajaran.

3. Menyusun rencana pembelajaran,
Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini? Apa yang kita inginkan dari siswa untuk dipahami pada akhir pembelajaran? Rentetan pertanyaan dan pengalaman apa yang akan mendorong para siswa untuk berpindah dari pemahaman awal menuju pemahaman yang diinginkan? Bagaimana para siswa akan menjawab pertanyaan dan aktivitas apa yang dilakukan siswa pada pembelajaran tersebut? Apakah terdapat masalah dan miskonsepsi yang akan muncul? Bagaimana guru akan menggunakan ide dan miskonsepsi untuk  meningkatkan pembelajaran tersebut? Apa yang akan membuat pembelajaran ini mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa? Apakah diperlukan bukti tentang belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang perlu dikumpulkan, yang nantinya dapat didiskusikan dalam kegiatan refleksi? Bagaimanakah format pengumpulan data yang diperlukan?

4. Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi)
Guru yang ditunjuk mengimplementasikan rencana pembelajaran, Guru lain dan pakar sebagai observer, serta dokumentasi.

5. Refleksi dan Menganalisis Hasil Observasi
Refleksi dari guru pelaksana pembelajaran, tanggapan umum dari observer/pengamat, presentasi dan diskusi tentang hasil pengolahan data dari pengamat, serta tanggapan dan saran dari ahli/pakar.

6. Merencanakan Pembelajaran Tahap Selanjutnya
Apa yang berguna atau nilai tambah apa tentang pelaksanaan lesson study yang telah dikerjakan bersama? Apakah lesson study membimbing kita untuk berpikir dengan cara baru tentang praktek pembelajaran sehari-hari? Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan kita tentang materi pelajaran serta pengetahuan tentang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa? Apakah pelaksanaan lesson study menarik bagi kita dalam meningkatkan keprofesionalan kita? Apakah pelaksanaan lesson study yang dilakukan secara kolaboratif/bersama-sama merupakan suatu kerja yang produktif dan suportif? Sudahkah kita membuat kemajuan pembelajaran secara menyeluruh melalui pelaksanaan lesson study? Apakah semua anggota kelompok kita merasa terlibat dan berguna? Apakah pihak yang bukan peserta kelompok memperoleh informasi atau manfaat dari hasil pelaksanaan  kegiatan lesson study kita? (Lewis, 2002).


Model Pelaksanaan Lesson Study
  • Berbasis Sekolah: Dilaksanakan pada sekolah tertentu, bentuk kelompok-kelompok guru bidang studi/ rumpun bidang studi, melakukan langkah-langkah lesson study 
  • Berbasis Kelompok Sekolah: Banyaknya guru tiap rumpun bidang studi minimal 3 orang, jadwal pelajaran diatur sedemikian hingga pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas guru, sekolah dapat minta bantuan guru senior/dosen pada setiap rumpun bidang studi sebagai koordinator.
  • Berbasis MGMP: Kesepakatan pengurus MGMP untuk melaksanakan lesson study, membentuk kelompok lesson study (kelompok dapat diubah-ubah untuk pengimbasan pengetahuan), melaksanakan langkah-langkah lesson study, melakukan seminar hasil lesson study antar kelompok rumpun bidang studi.

Sukses tidaknya kegiatan lesson study ini tidak bisa lepas dari peranan seorang kepala sekolah. Peranan kepala sekolah dalam lesson study adalah sebagai berikut:
  • Sebagai penggerak, motivator dan koordinator secara keseluruhan
  • Mengatur jadwal pelajaran, agar pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas guru, sekaligus mengatur pelaksanaan lesson study untuk tiap rumpun bid studi.
  • Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan lesson study.
Hasil kegiatan lesson study nantinya akan diseminarkan. Hasil lesson study bisa dipaparkan di antara kelompok lesson study atau antar sekolah. Peserta juga bisa saling tukar pengalaman tentang permasalahan yang muncul dan penyelesaiannya. Selanjutnya, penulisan artikel hasil lesson study untuk disebarluaskan. (jt)
Share:

Saturday, November 2, 2019

Pembukaan Diklat PKP Berbasis Zonasi di Makassar

Pantja Nurwahidin, Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar membuka Diklat PKP bagi guru SMP kota Makassar di zona SMPN 12 Makassar, Sabtu (2/11/2019).

Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Sebagai bagian dari evaluasi, Indonesia melakukan benchmark internasional dengan mengikuti Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA).

Materi kebijakan PKP oleh Kasi GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar di zona SMPN 7 Makassar, Sabtu (2/11/2019).

Hasil TIMMS tahun 2015 untuk kelas IV sekolah dasar, Indonesia mendapatkan rata-rata nilai 397 dan menempati peringkat 4 terbawah dari 43 negara yang mengikuti TIMMS (Sumber: TIMMS 2015 International Database). Sekitar 75% item yang diujikan dalam TIMSS telah diajarkan di kelas IV Sekolah Dasar dan hal tersebut lebih tinggi dibanding Korea Selatan yang hanya 68%, namun kedalaman pemahamannya masih kurang. Dari sisi lama pembelajaran siswa sekolah dasar dan jumlah jam pelajaran matematika, Indonesia termasuk paling lama di antara negara lainnya, tetapi kualitas pembelajarannya masih perlu ditingkatkan.

Guru Inti mendampingi kerja kelompok peserta diklat PKP di zona SMPN 7 Makassar, Sabtu (2/11/2019).

Sementara untuk PISA tahun 2015, Indonesia mendapatkan rata-rata nilai 403 untuk sains (peringkat ketiga dari bawah), 397 untuk membaca (peringkat terakhir), dan 386 untuk matematika (peringkat kedua dari bawah) dari 72 negara yang mengikuti (Sumber: OECD, PISA 2015 Database). Meskipun peningkatan capaian Indonesia cukup signifikan dibandingkan hasil tahun 2012, namun capaian secara umum masih di bawah rerata negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Bila peningkatan ini terus dipertahankan, maka pada tahun 2030 capaian Indonesia diprediksi dapat menyamai OECD. Hasil pengukuran capaian siswa berdasar UN ternyata selaras dengan capaian PISA maupun TIMSS. Hasil UN tahun 2018 menunjukkan bahwa siswa-siswa masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) seperti menalar, menganalisa, dan mengevaluasi. Oleh karena itu siswa harus dibiasakan dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya.

Kegiatan IN 2 Diklat PKP Berbasis Zonasi di zona SMPN 1 Makassar, Ahad (3/11/2019)

Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas siswa adalah menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP).

Peserta diklat PKP berdiskusi mengenai integrasi Penguatan Pendidikan Karakter & Gerakan Literasi Nasional dalam pembelajaran pada kegiatan IN 1 di zona SMPN 7 Makassar, Sabtu (2/11/2019).

Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKB melalui PKP harus mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan kelompok kerja guru, yang selama ini dilakukan melalui gugus atau rayon, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai ratarata UN/USBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.

Salah seorang peserta diklat PKP mempresentasikan hasil penilaian dirinya pada kegiatan IN 1 diklat PKP di zona SMPN 7 Makassar, Sabtu (2/11/2019)

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi tahun 2019 di Makassar dibuka secara serentak pada tanggal 2 Nopember 2019 di 6 sekolah pusat, yakni SMP Negeri 1 Makassar, SMP Negeri 3 Makassar, SMP Negeri 7 Makassar, SMP Negeri 8 Makassar, SMP Negeri 12 Makassar, dan SMP Zion Makassar. Diklat PKP ini diikuti oleh 120 orang guru mata pelajaran Matematika yang terdiri dari 6 kelas yang tersebar di masing-masing sekolah pusat. 

Kegiatan IN 1 Diklat PKP Berbasis Zonasi di zona SMPN 12 Makassar, Sabtu (2/11/2019)

Adapun kegiatan pada diklat ini terdiri dari IN 1, IN 2, ON 1, IN 3, ON 2, IN 4, ON 3, dan IN 5. Kegiatan IN dilaksanakan di masing-masing sekolah pusat belajar dan kegiatan ON dilaksanakan di sekolah unit kerja masing-masing peserta. (jt)
Share:

Wednesday, October 30, 2019

MGMP Matematika SMP di Makassar Dibanjiri Peserta

Hari ini MGMP Matematika SMP Kota Makassar kembali mengadakan pertemuan rutin di aula Penerbit Erlangga yang bertempat di jalan Hertasning Makassar. Pertemuan kali ini agak jauh berbeda dari pertemuan sebelumnya. Pertemuan kali ini dibanjiri peserta dari guru-guru Matematika yang berasal dari SMP/MTs baik Negeri maupun swasta se-kota Makassar. Tercatat ada 114 orang guru mengikuti kegiatan yang  bertajuk Pengembangan Media/ Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika ini.
Para peserta mengikuti materi yang dibawakan oleh pak Saharuddin Darmin ini dengan penuh antusias. Tempat pelaksanaan yang kondusif dan muatan materi yang sangat sesuai dengan tuntutan pembelajaran era 4.0 menjadi hal yang cukup menarik minat para peserta. Kali ini peserta disuguhi pemanfaatan aplikasi Geogebra, Photomath, dan Mathway dalam pembelajaran matematika. 
Kegiatan ini sempat tertunda dengan adanya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis zonasi yang pelaksanaannya mulanya direncanakan di bulan Oktober. Karena pelaksanaan PKB diundur ke bulan Nopember, maka pertemuan rutin MGMP pun berhasil terlaksana sekalipun di penghujung Oktober. Kendatipun pelaksanaan kegiatan MGMP baru kali ini diadakan di luar hari Sabtu, tapi ternyata tidak mengendorkan semangat para guru matematika SMP di kota Makassar untuk terus belajar demi meningkatkan kompetensi pembelajaran mereka.
Pada kegiatan ini turut dibagikan sertifikat bagi peserta yang telah mengikuti kegiatan tahun sebelumnya. Tidak semua peserta berhasil mendapatkan sertifikat sekalipun pernah mengikuti kegiatan MGMP di tahun sebelumnya. Pengurus MGMP tetap pada komitmennya menjadikan frekuensi kehadiran peserta dalam setiap kegiatan sebagai syarat utama untuk memperoleh sertifikat pelatihan yang dilaksanakan di MGMP. Hadir pada kegiatan MGMP belum cukup untuk mendapatkan sertifikat bagi peserta. Setiap peserta harus menghadiri setidaknya 30% dari seluruh rangkaian kegiatan dan pelatihan pada setiap pertemuan yang dilaksanakan di MGMP.
Keaktifan MGMP Matematika SMP kota Makassar dalam upaya peningkatan kompetensi guru matematika di kota Makassar cukup menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan MGMP ini sebagai rujukan bagi MGMP yang lain. Kesibukan para pengurus dan anggota tidak pernah menyurutkan semangat mereka untuk melaksanakan pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh MGMP diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pembelajaran yang muaranya pada peningkatan kompetensi peserta didik. (jt)


Share:

Friday, September 20, 2019

Analisis KD dan Desain Pembelajaran HOTS

MGMP Matematika SMP Negeri Kota Makassar kembali mengadakan pertemuan sebagaimana rutin dilaksanakan setiap bulan. Pertemuan pada bulan ini dilaksanakan di Perguruan Islam Athirah dengan agenda Analisis KD dan Desain Pembelajaran.
Pertemuan yang dilaksanakan pada 21 September 2019 ini diikuti sebanyak 86 peserta yang berasal dari SMP Negeri dan  swasta di Makassar. Dalam pertemuan ini, materi dibawakan langsung oleh ketua MGMP, Najamuddin, S.Pd, M.Pd dipandu oleh Ismail, S.Pd, M.Pd.


Pada pertemuan kali ini, peserta difasilitasi menganalisis KD dengan menentukan target KD. Setiap peserta mengerjakan LK yang dibagikan panitia. Selanjutnya pemateri membahas hasil analisis KD yang telah dikerjakan peserta.
Selanjutnya pemateri membahas materi Desain Pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan model-model Pembelajaran Matematika dan sintaks dari model-model Pembelajaran tersebut beserta contoh langkah kerja baik yang dilakukan oleh guru maupun peserta didik.(jt)



Share:

Visi

"Mewujudkan guru matematika profesional yang inovatif, kreatif, inspiratif, dan berwawasan luas"

Search This Blog

Komentar Terbaru

Translate

Followers