• Beranda
  • Daftar Isi
  • Berita
  • Referensi
  • Download
  • Kontak
  • About
  • TwitterFacebookInstagramWhatsAppEmail
MGMP Matematika SMP Kota Makassar
Mewujudkan guru matematika profesional yang inovatif, kreatif, inspiratif, dan berwawasan luas
  • Sambutan Kadis Pendidikan Kota Makassar pada Pertemuan Rutin MGMP

    UPT SPF SMPN 30 Makassar, 15 Juli 2023

  • Workshop Implementasi K-13

    SMPN 7 Makassar, 19 Januari 2019

  • Rapat Kerja Pengurus MGMP Matematika SMP Kota Makassar

    SMPN 30 Makassar, 1 September 2018

  • Pengurus MGMP Matematika SMP Kota Makassar

    Periode 2018-2020

  • Pengurus MGMP Matematika SMP Kota Makassar

    Periode 2021-2023

  • Pengurus MGMP Matematika SMP Kota Makassar

    Periode 2024-2026

Halaman

  • Beranda

Saturday, May 9, 2026

Integrasi Coding dan Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Matematika

May 09, 2026Berita, Pelatihan, Program Kerja No comments

MAKASSAR - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Negeri Kota Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan rutin yang inovatif pada Sabtu, 9 Mei 2026. Berlokasi di UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 guru matematika SMP se-Kota Makassar dan menghadirkan Dr. Rudi Mansyur, S.Si., M.Si., selaku Kabag Umum BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan sebagai narasumber utama. Pertemuan kali ini difokuskan pada tema "Integrasi Koding dalam Pembelajaran Matematika".

Dalam paparannya, Dr. Rudi Mansyur menekankan bahwa koding merupakan proses mengonversi keinginan manusia menjadi format yang dapat dipahami oleh komputer menggunakan bahasa pemrograman. Penguasaan ini menjadi bagian penting dari kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), di mana guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi digital yang tepat dalam proses belajar mengajar.

Pelatihan ini juga mengeksplorasi kemampuan berpikir komputasi (Computational Thinking) sebagai metode pemecahan masalah yang efektif dan optimal. Guru-guru dibekali strategi untuk meningkatkan kompetensi numerasi murid, mulai dari tingkat dasar hingga mencapai Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui empat pilar utama:

  • Dekomposisi: Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola agar siswa tidak merasa kewalahan saat menghadapi soal cerita yang panjang.
  • Pengenalan Pola: Menganalisis informasi untuk menemukan aturan matematika yang relevan, seperti penyamaan satuan ukuran atau penggunaan rumus luas.
  • Abstraksi: Menyaring data penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan guna membangun model matematika yang akurat.
  • Perancangan Algoritma: Menyusun langkah-langkah sistematis atau standar prosedur untuk mencapai solusi akhir.

Sebagai bentuk praktik langsung, para peserta melakukan simulasi studi kasus proyek renovasi lantai perpustakaan sekolah. Alur penyelesaian masalah tersebut kemudian diimplementasikan ke dalam desain program koding menggunakan aplikasi Pitcoblox.

Untuk penerapan di kelas, Dr. Rudi Mansyur menyarankan agar integrasi berpikir komputasi ini dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) atau Project-Based Learning (PjBL). Melalui pendekatan PjBL, murid dapat secara aktif merancang proyek koding untuk menyelesaikan berbagai tantangan matematika. Langkah ini selaras dengan program prioritas nasional untuk menyiapkan generasi yang melek teknologi dan mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. (/jt)


Share:
Read More

Saturday, January 17, 2026

Tingkatkan Kualitas Asesmen, MGMP Matematika dan Bahasa Indonesia Makassar Gelar Workshop Penulisan Soal TKA 2026

January 17, 2026Berita, Pelatihan, Program Kerja No comments


MAKASSAR – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan "Kaji Subkompetensi dan Penulisan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SMP Tahun 2026". Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar.

Workshop yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WITA ini diikuti oleh 169 peserta, yang terdiri dari 72 guru Matematika dan 97 guru Bahasa Indonesia. Acara diawali dengan pembukaan bersama di satu ruangan, sebelum kemudian peserta dipisahkan; guru Bahasa Indonesia menempati aula, sementara guru Matematika menggunakan ruang multimedia untuk pendalaman materi.


Komitmen Terhadap Mutu Pendidikan

Dalam sambutannya, Pembina MGMP Matematika SMP, Hijriah Enang, menyampaikan apresiasi kepada SMPN 30 Makassar sebagai tuan rumah. Ia juga menyoroti kondisi rapor pendidikan saat ini yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan mutu sekolah yang sebenarnya di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Syamsul Bahri, M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menekankan pentingnya TKA dalam memotret kemampuan akademik peserta didik secara akurat.

"Kegiatan ini sangat krusial karena bersentuhan langsung dengan murid. Kolaborasi antar-guru akan meringankan beban kerja, dan Kota Makassar beruntung telah memiliki narasumber TKA yang kompeten, baik penulis maupun reviewer," ujar Dr. Syamsul Bahri saat membuka acara. Beliau juga mengingatkan pentingnya penerapan Growth Mindset serta keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter.

Penyusunan dan Mekanisme Penjaminan Mutu Soal

Narasumber utama untuk materi Matematika, Najamuddin, S.Pd., M.Pd., memaparkan Workshop Penyusunan Instrumen TKA berdasarkan Perka BSKAP Nomor 047/H/AN/2025 yang mencakup elemen Bilangan, Aljabar, Geometri, serta Data dan Peluang. Sementara materi Bahasa Indonesia dibawakan oleh Muh. Arsyidin CH.

Dalam sesi teknis, para peserta ditargetkan menghasilkan 8 paket soal (6 paket untuk bimbingan sekolah dan 2 paket untuk try out). Setiap paket terdiri dari 30 nomor dengan komposisi Pilihan Ganda sederhana, PGK model MCMA, dan PGK model Kategori.

Guna memastikan kualitas dan standar soal yang dihasilkan, seluruh soal yang telah dibuat oleh peserta tidak langsung difinalisasi, melainkan akan melalui proses reviu terlebih dahulu oleh pengurus MGMP. Langkah ini diambil agar instrumen penilaian yang dihasilkan benar-benar valid, reliabel, dan sesuai dengan kerangka asesmen yang telah ditetapkan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.


Share:
Read More

Friday, August 15, 2025

40 Guru di Makassar Ikuti Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Alef Education

August 15, 2025Berita, Pelatihan No comments

Makassar, 15 Agustus 2025 - Sebanyak 40 guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris di Kota Makassar mengikuti pelatihan daring untuk memanfaatkan platform pembelajaran digital interaktif, Alef Education. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kota Makassar dengan Alef Education.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan guru pada platform Alef Education yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman belajar yang dipersonalisasi bagi siswa. Diharapkan, para guru dapat mengintegrasikan teknologi ini untuk memperkaya proses pembelajaran di kelas.

Pertemuan pertama dari total empat kali pertemuan daring ini dilaksanakan pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 19.30 hingga pukul 22.00 WITA. Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan MGMP dan Alef Education, lalu dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang dipandu oleh Ibu Aisyah Hanifah.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, dan mencoba langsung fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi. Dengan adanya pelatihan ini, Alef Education juga memberikan akses media belajar gratis dan eksklusif bagi para guru Matematika yang tertarik untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning) di kelas.

Kerja sama ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di Kota Makassar, sejalan dengan upaya untuk mengadaptasi pembelajaran di era digital.

Share:
Read More

Thursday, August 14, 2025

Uji Coba Aplikasi Asesmenpedia, Guru SMP di Makassar Antusias Manfaatkan Teknologi untuk Bank Soal

August 14, 2025Berita No comments

​

MAKASSAR – Sebanyak 14 guru jenjang SMP di Kota Makassar mengikuti kegiatan uji coba aplikasi Asesmenpedia pada Kamis, 14 Agustus 2025. Bertempat di laboratorium komputer SMP Telkom Makassar, kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 15.00 WITA ini bertujuan memperkenalkan fitur-fitur inovatif pada aplikasi yang akan digunakan untuk Tes Kompetensi Akademik (TKA) di jenjang SD dan SMP.

​Para peserta terdiri dari tujuh guru mata pelajaran matematika dan tujuh guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Mereka antusias mempelajari setiap fitur, mulai dari pembuatan kisi-kisi, penulisan soal, hingga proses telaah atau reviu soal. Selama uji coba, setiap guru ditugaskan membuat lima butir soal, termasuk satu butir soal paralel, untuk menguji fungsionalitas aplikasi secara langsung.

​Kegiatan uji coba ini merupakan kelanjutan dari uji coba serupa yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya untuk guru jenjang SD. Uji coba untuk guru SD juga diikuti oleh 14 peserta di lokasi terpisah, yaitu SD Telkom Makassar.


​Salah satu peserta, Najamuddin, S.Pd., M.Pd. dari UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar, mengungkapkan dukungannya terhadap pemanfaatan teknologi ini. "Aplikasi Asesmenpedia ini sangat membantu guru dalam menyusun bank soal secara terstruktur. Fitur-fiturnya mudah dipahami dan akan sangat berguna untuk keperluan asesmen di sekolah," ujarnya.

​Aplikasi Asesmenpedia diharapkan dapat menjadi solusi bagi para guru dalam menciptakan bank soal yang berkualitas dan terintegrasi. Dengan demikian, proses penilaian di sekolah dapat dilakukan lebih efisien dan efektif, sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini. 

Share:
Read More

Saturday, August 2, 2025

MGMP Matematika SMP Kota Makassar Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam, Tingkatkan Kompetensi Guru

August 02, 2025Berita, Pelatihan, Program Kerja No comments

MAKASSAR — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kota Makassar sukses menyelenggarakan workshop pembelajaran mendalam (deep learning) pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Bertempat di SMP Negeri 30 Makassar, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 guru matematika SMP se-Kota Makassar dan dibuka oleh Pembina MGMP, Ibu Hijriah Enang.

Dalam sambutannya, Ibu Hijriah Enang memberikan motivasi yang membakar semangat para peserta. Beliau menekankan pentingnya bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi diri agar dapat beradaptasi dengan tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua MGMP Matematika SMP Kota Makassar, Bapak Najamuddin, menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam kegiatan rutin MGMP. Di antaranya adalah kesibukan pengurus dan keterbatasan narasumber yang kompeten dalam bidang pembelajaran mendalam. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat MGMP untuk tetap berinovasi.

Workshop ini dibagi menjadi dua sesi materi yang mendalam dan interaktif. Sesi pertama dibawakan oleh Ibu Syahriani Jarimollah. Ia memulai sesi dengan ice breaking yang seru, yaitu permainan "Semut dan Gajah", untuk mencairkan suasana. Setelah itu, beliau memaparkan secara lugas mengenai definisi, karakteristik, dan contoh penerapan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran matematika SMP. Para peserta diajak untuk memahami konsep dasar yang penting untuk diterapkan di kelas.

Sesi kedua dipandu langsung oleh Bapak Najamuddin. Pada sesi ini, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan cara merancang perencanaan pembelajaran mendalam yang relevan untuk mata pelajaran matematika di tingkat SMP. Dengan bimbingan langsung, para guru secara aktif berdiskusi dan berkreasi, mengubah teori menjadi praktik yang konkret.

Kegiatan workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para guru matematika SMP di Makassar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan mendalam bagi para siswanya. MGMP Matematika SMP Kota Makassar berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan serupa demi kemajuan pendidikan di kota ini. 

Peserta bisa mengunduh kelengkapan administrasi berupa undangan, daftar hadir, foto dokumentasi, materi, dan sertifikat melalui tautan berikut:

Share:
Read More

Saturday, June 8, 2024

Berbagi Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka: Asesmen dan Pembelajaran Berdiferensiasi serta Penerapan Segitiga Restitusi

June 08, 2024Berita No comments

Kegiatan berbagi praktik baik implementasi kurikulum merdeka yang dilaksanakan MGMP Matematika SMP Kota Makassar kali ini bertemakan Asesmen dan Pembelajaran Berdiferensiasi serta Penerapan Segitiga Restitusi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2024, bertempat di aula PT Penerbit Erlangga, jalan Letjen Hertasning No. 50 Makassar. Kegiatan ini sedianya dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. Akan tetapi karena beliau mendadak mendapat tugas ke luar daerah, maka acara dibuka oleh bapak Najamuddin, S.Pd., M.Pd. selaku ketua MGMP Matematika SMP Kota Makassar. Setelah pembukaan, kegiatan lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi dari 2 orang narasumber. Adapun narasumber berbagi praktik baik kali ini yaitu ibu Sri Nurnawati Dahlan, S.Pd. yang merupakan guru di UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar dan ibu Sitti Sabetia, S.Pd. merupakan guru di UPT SPF SMP Negeri 36 Makassar.

Materi pertama yang dibawakan oleh ibu Sri Nurnawati Dahlan berjudul Asesmen dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Ibu Sri mengawali paparannya dengan menjelaskan bahwa asesmen awal merupakan proses penilaian untuk mengetahui kemampuan dasar peserta didik dan mengetahui kondisi awal mereka sebelum merancang suatu pembelajaran (berdiferensiasi). Asesmen awal terdiri dari 2 jenis, yaitu asesmen kognitif dan non kognitif. Asesmen awal kognitif bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar atau kesiapan belajar peserta didik (seperti : sudah paham, paham setengah, dan belum paham) dalam topik/tema sebuah mata pelajaran yang akan diajarkan. Guru melakukan asesmen awal kognitif untuk menyesuaikan tingkat pembelajaran dengan kemampuan siswa, bukan untuk mengejar target kurikulum. Sedangkan asesmen awal non kognitif adalah asesmen yang dilakukan untuk mengukur aspek-aspek dari individu yang tidak berkaitan langsung dengan kemampuan kognitif atau akademik. Asesmen ini biasanya mencakup penilaian terhadap aspek-aspek seperti : kepribadian, minat, motivasi, sikap, nilai-nilai, dan keterampilan sosial-emosional dan gaya belajar (auditor, visual dan kinestetik).

Adapun tujuan asesmen awal non kognitif adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  2. Mengetahui aktivitas selama di rumah
  3. Mengetahui kondisi keluarga siswa
  4. Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
  5. Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa
Sedangkan tujuan asesmen awal kognitif adalah sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa (sudah paham, paham setengah, dan belum paham)
  2. Menyesuaikan pembelajaran (berdiferensiasi) di kelas sesuai kategori capaian kompetensi siswa
  3. Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata (belum paham)

Setelah melakukan asesmen awal, guru melakukan tindak lanjut terhadap hasil asesmen awal non kognitif maupun kognitif. Untuk menindaklanjuti hasil asesmen awal non kognirif, guru melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Identifikasi siswa dengan ekspresi emoji negatif dan ajak berdiskusi empat mata 
  2. Jika siswa dianggap memiliki masalah serius, dapat dilimpahkan ke guru BK atau memanggil orang tua siswa
  3. Untuk gaya belajar
    • Auditor : belajar dengan mendengarkan ceramah, diskusi, dan audio book
    • Visual : belajar dengan menggunakan gambar, diagram, peta, dan video
    • Kinestetik : belajar dengan cara praktik, eksperimen, dan bermain peran
Sementara untuk menindaklanjuti hasil asesmen awal kognitif, guru melakukan pengolahan hasil asesmen (Lihat rata-rata kelas)
  1. Siswa dengan nilai asesmen kognitif di atas nilai rata-rata adalah siswa kategori “Sudah Paham”
  2. Siswa dengan nilai asesmen kognitif sama dengan nilai rata-rata adalah siswa  kategori “Paham setengah”
  3. Siswa dengan nilai asesmen kognitif di bawah nilai rata-rata adalah siswa kategori “Belum paham”
  4. Dari tiga kategori siswa di atas, guru dapat membagi 2 kelompok yaitu : Kelompok “Sudah paham” sedangkan Kelompok “Paham setengah” dan “Belum paham” dapat digabung
  5. Untuk kelompok “Sudah paham” : mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
  6. Untuk kelompok “Paham setengah” dan “Belum paham”  : mengikuti pembelajaran dengan ATP sesuai fasenya dengan diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi oleh guru dan orang tua/wali siswa.
Selanjutnya narasumber menjelaskan bahwa modul pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar individu siswa yang beragam. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar (auditor, visual dan kinestetik), kesiapan belajar (“Sudah paham”, “Paham setengah” dan “Belum paham”. Oleh karena itu, modul pembelajaran berdiferensiasi menawarkan berbagai pilihan aktivitas belajar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa sehingga tercipta suasana pembelajaran yang berbeda dari segi konten, proses, dan produk.
Ibu Sri juga menambahkan penerapan gelar karya akhir fase yang diterapkan di sekolah tempat beliau mengajar. Dimana gelar karya akhir fase yang dilaksanakan di sekolahnya dilaksanakan sebagai pengganti Ujian Akhir Sekolah. Sehingga siswa kelas 9 tidak lagi mengikuti Ujian Akhir Sekolah melainkan diharuskan mengikuti gelar karya akhir fase yang mendapatkan bobot penilaian sebesar 40% pada nilai ijazah. Dalam pelaksanaannya, siswa memilih karya apa yang akan mereka buat sekaligus memilih guru sebagai pendamping dalam menyelesaikan karyanya. Kegiatan ini juga tidak lepas dari kerjasama yang dibangun oleh pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Materi selanjutnya adalah penerapan segitiga restitusi yang dibawakan oleh ibu Sitti Sabetia, S.Pd. Ibu Sitti menjelaskan bahwa Guru yang baik harus memiliki kemampuan dalam mewujudkan budaya positif di sekolah. Budaya positif tersebut dapat dijalankan dengan menerapkan konsep-konsep inti seperti disiplin positif, memahami motivasi perilaku manusia berkaitan dengan hukuman dan penghargaan, posisi kontrol seorang guru, pembuatan keyakinan sekolah/ kelas, dan penerapan segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah. Disiplin positif merupakan cara penerapan disiplin yang mengajarkan anak bertanggung jawab dan menumbuhkan kesadaran diri berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Disiplin positif lebih ke arah disiplin diri yang dapat mengontrol diri dalam melakukan segala tindakan. Hal ini dapat membuat murid memahami dan menyadari berdasarkan motivasi internal, bukan akibat paksaan, pujian atau hukuman.

Adapun motivasi perilaku manusia adalah sebagai berikut:

  • untuk menghindari ketidaknyamanan/ hukuman
  • untuk mendapatakan imbalan/ penghargaan dari orang lain
  • untuk menjadi orang yang mereka diinginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-niai yang mereka percaya
Dari ketiga motivasi tersebut di atas, motivasi yang merupakan motivasi internal adalah untuk menjadi orang yang mereka diinginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-niai yang mereka percaya. Oleh karena itu, hindari pemberian hukuman dan pemberian penghargaan berlebihan agar meminimalisir motivasi eksternal dalam diri murid.

Posisi kontrol seorang guru bisa saja sebagai penghukum, pembuat rasa bersalah, teman, pemantau, atau manajer. 
  1. Jika guru berada pada posisi sebagai penghukum, maka guru akan menghardik, menunjuk-nunjuk, berkacak pinggang, membentak, serta hukuman berupa fisik dan verbal. Akibatnya, murid menjadi pendendam dan tidak menyukai guru/ mata peajarannya.
  2. Jika guru berada pada posisi membuat rasa bersalah, maka suara guru cenderung melembut, tenang, namun kata-katanya menyalahkan murid dan menyatakan hal-hal yang merasa kesalahan ada pada murid dengan membuat guru menderita. Akibatnya, membuat murid merasa bersalah (Identitas gagal), rendah diri, dan menarik diri dari lingkungan.
  3. Jika guru berada pada posisi sebagai teman, maka suara guru akan ramah dan cenderung bersenda gurau untuk menghangatkan suasana. Akibatnya, murid akan bergantung pada 1 orang (faktor ketergantungan), murid tidak mandiri, dan tidak bisa berpikir untuk diri sendiri.
  4. Jika guru berada pada posisi sebagai pemantau, maka guru bersuara datar, tidak emosional, tidak bersenda gurau ataupun menggunakan suara tinggi, tercipta identitas diri positif atau berhasil, dan pemantau perlu senantiasa memantau pada saat murid diberikan sanksi maka gurupun harus selalu mengawasi. Akibatnya, murid akan menghitung konsekuensi dan hadiah tanpa memahami sepenuhnya nilai kebajikan yang dituju serta murid tidak sepenuhnya mandiri.
  5. Jika guru berada pada posisi sebagai manajer, maka suara guru netral, tidak emosional, tidak terlalu ramah dan tidak bernada tinggi. Tercipta identitas positif/ berhasil, guru akan dengan tulus mengajukan pertanyaan-pertanyaan bermakna agar membuka pikiran murid, dan guru membimbing murid untuk memecahkan masalahnya secara mandiri. Akibatnya, murid mandiri dan percaya diri serta dapat memecahkan masalah.

Guru berperan dalam mewujudkan terbentuknya keyakinan kelas/ sekolah dengan adanya kesepakatan antara murid dan guru. Keyakinan kelas berisi nilai-nilai keyakinan universal yang mudah diingat, diapahami dan diterapkan di lingkungan sekolah. Seorang guru yang memiliki kontrol sebagai manager dalam menyelesaikan masalah akan menerapkan segitiga restitusi untuk menghasilkan murid yang bertanggung jawab. Segitiga restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi peserta didik untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004 dalam LMS Guru Penggerak Modul 1.4 Budaya Positif).

Peserta bisa mengunduh kelengkapan administrasi berupa undangan, daftar hadir, foto dokumentasi, materi, dan sertifikat melalui tautan berikut:
Share:
Read More

Sunday, May 5, 2024

Berbagi Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka: Membangun Karakter Positif Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi

May 05, 2024Berita No comments

MGMP Matematika SMP Kota Makassar kembali mengadakan kegiatan berbagi praktik baik implementasi kurikulum merdeka dengan tema "Membangun Karakter Positif Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2024 bertempat di aula PT Penerbit Erlangga, Jl. Letjend Hertasning No. 50 Makassar. Narasumber kegiatan ini adalah ibu Andi Waru Paluseri, S.Pd., M.Si (Guru di UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar) dan ibu A. Magfirah, S.Pd., Gr. (Guru di UPT SPF SMP Negeri 5 Makassar).

Ibu Andi Waru Paluseri berbagi praktik baik terkait penguatan karakter peserta didik dengan judul "Penguatan Karakter Melalui Eksplor Nilai Positif Peserta Didik di Awal Pembelajaran". Sementara ibu A. Magfirah berbagi praktik baik terkait pembelajaran berdiferensiasi dengan judul "Merancang dan Mengimplementasikan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Multikultural". 

Perkembangan era globalisasi dan sosial media sangat berpengaruh pada perkembangan karakter peserta didik. Perilaku negatif peserta didik sebagai salah satu dampak negatif perkembangan informasi dan teknologi menjadi salah satu keprihatinan dari para guru dan orang tua. Arus informasi yang tak terbendung menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik dan orang tua dalam upaya menguatkan karakter peserta didik. Inilah yang melatarbelakangi upaya yang dilakukan ibu Andi Waru dalam menguatkan karakter melalui eksplor nilai positif peserta didik di awal pembelajaran.

Adapun tujuan Penguatan Karakter Melalui Eksplor Nilai Positif Peserta Didik di Awal Pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi positif yang ada pada dirinya dan orang-orang di sekitarnya
  2. Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif pada diri peserta didik.
Guru mengeksplor nilai positif peserta didik di awal pembelajaran yakni pada kegiatan pendahuluan. Pada kegiatan ini, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan nilai positif yang telah ia lakukan hari itu. Peserta didik dapat memilih antara bercerita, mencatat atau menempelkan di papan tulis. Setelah presentasi dari ibu Andi Waru, dilanjutkan dengan presentasi dari ibu Magfirah yang akan berbagi praktik baik terkait implementasi pembelajaran berdiferensiasi. 


Sebelum memulai paparannya, ibu Magfirah mengajak peserta berefleksi selama kurang lebih 2 menit. Selama berefleksi, ibu Magfirah mengajukan beberapa pertanyaan pemantik sebagai berikut:
  1. Apakah Bapak-Ibu percaya, bahwa semua murid kita bisa berhasil dan sukses dalam pembelajarannya?
  2. Menurut Bapak-Ibu, apakah bersikap adil berarti menyamaratakan perlakuan kepada semua murid?
  3. Apakah Bapak-Ibu percaya, setiap murid memiliki pola belajarnya sendiri yang unik?
  4. Percayakah Bapak-Ibu,bahwa guru-diri Bapak-Ibu-adalah kunci dari keberhasilan Pengembangan program pembelajaran murid-murid Bapak-Ibu?
  5. Bersediakah Bpk-Ibu untuk saling mendukung satu sama lain dan berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua murid?

Selanjutnya, narasumber memaparkan sekilas tentang kondisi sekolah tempat ia mengajar. Dimana SMP Negeri 5 Makassar adalah Sekolah penggerak, pemenuhan kebutuhan belajar anak adalah hal utama yang selalu kami kedepakan. dengan VISI “BERPRESTASI, BERKARAKTER, CINTA LINGKUNGAN BERDASARKAN IMTAQ DAN IPTEK". Kultur atau kebudayaan itu sendiri tidak lepas dari empat hal yaitu aliran agama, ras, suku, dan kebudayaan. Dalam hal budaya, SMP Negeri 5 Makassar senantiasa menampilkan kebudayaan dalam kegiatan panen hasil belajar. Siswa SMP Negeri 5 Makassar terdiri dari beberapa suku yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan suku lainnya. Selain itu, siswa juga terdiri dari beberapa agama yaitu Islam, Kristen, dan Budha.
Berdasarkan kondisi sekolah yang beragam siswanya tersebut, guru merancang modul ajar berdiferensiasi yang terdiri dari 3 komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan rencana asesmen. Narasumber juga menjelaskan strategi pembelajaran berdiferensiasi menurut Carol Ann Tomlinson & Moon. Pembelajaran berdiferensiasi terdiri dari diferensiasi konten/ isi, proses, produk, dan diferensiasi lingkungan belajar.

Peserta bisa mengunduh kelengkapan administrasi berupa undangan, daftar hadir, foto dokumentasi, materi, dan sertifikat melalui tautan berikut:

Share:
Read More
Older Posts → Home

Visi

"Mewujudkan guru matematika profesional yang inovatif, kreatif, inspiratif, dan berwawasan luas"

Komentar Terbaru

  • Popular
  • Tags
  • Blog Archives
  • Pembahasan Soal Olimpiade Matematika SMP
    Peserta didik, guru dan math lovers dimana saja berada, berikut ini pembahasan soal-soal Olimpiade Matematika SMP Tingkat Kabupaten (...
  • Soal-Soal Olimpiade Matematika SMP
    Bagi peserta didik, guru dan math lovers dimana saja berada. Berikut kami juga membagikan soal-soal OSN bidang Matematika SMP tingkat ...
  • MGMP Matematika SMP Kota Makassar Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam, Tingkatkan Kompetensi Guru
    MAKASSAR — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kota Makassar sukses menyelenggarakan workshop pembelajaran mendalam (deep ...

Blog Archive

  • ▼  2026 (2)
    • ▼  May (1)
      • Integrasi Coding dan Kecerdasan Artifisial Dalam P...
    • ►  January (1)
  • ►  2025 (3)
    • ►  August (3)
  • ►  2024 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2023 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2021 (5)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (4)
    • ►  September (14)
    • ►  August (1)

Translate

Followers

About Me

My photo
MGMP Matematika SMP Kota Makassar
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
View my complete profile

Maps

Guru Itung. Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2026 (2)
    • ▼  May (1)
      • Integrasi Coding dan Kecerdasan Artifisial Dalam P...
    • ►  January (1)
  • ►  2025 (3)
    • ►  August (3)
  • ►  2024 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2023 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2021 (5)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2019 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (21)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (4)
    • ►  September (14)
    • ►  August (1)
 
  • Labels

    • Berita
    • Pelatihan
    • Program Kerja
    • Referensi
  • Link List

    • Info GTK
    • SIM PKB
    • Guru Itung
  • Pageviews

Copyright © MGMP Matematika SMP Kota Makassar | Powered by GuruItung
Design by GuruItung | Website Theme by GuruItung - PremiumBloggerTemplates.com | Rapid Domain Search