Sehubungan dengan pemutakhiran data anggota MGMP Matematika SMP Kota Makassar, diharapkan kepada seluruh guru Matematika yang mengajar di SMP Negeri se-Kota Makassar agar mengisi data melalui tautan http://gg.gg/mathmks

Tuesday, February 2, 2021

Program Kerja TA. 2020-2021

Program Kerja MGMP Matematika SMP Kota Makassar TA. 2020 - 2021 adalah sebagai berikut:
  1. Workshop Penyusunan Soal AKM
  2. Workshop Pembuatan Desain Pembelajaran Berbasis Aktivitas
  3. Workshop Pembuatan LKPD Online & Video Pembelajaran dengan Menggunakan Powerpoint
  4. Pendalaman Materi Ajar
  5. Workshop Pembuatan Bahan Ajar/ Alat Peraga
  6. Pemanfaatan TIK dalam Evaluasi Pembelajaran
  7. Workshop Pembuatan Blog
  8. Workshop Pembuatan Karya Tulis
  9. Pembahasan Soal AKM (setiap pertemuan)
  10. Seminar Karya Tulis Ilmiah (KTI) 
Untuk melihat Time schedule Program Kerja MGMP Matematika SMP Kota Makassar TA. 2020 - 2021, silahkan klik TIME SCHEDULE








Share:

Rapat Kerja MGMP Matematika SMP Kota Makassar T.A. 2020-2021

Rapat kerja pengurus MGMP  Matematika SMP Kota Makassar 
di RM Ulu Juku, 2 Februari 2021

Setelah terbentuknya pengurus baru untuk periode 2020 - 2023, MGMP Matematika SMP Kota Makassar segera melaksanakan rapat kerja untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan di Tahun Anggaran 2020 - 2021. Rapat kerja kali ini dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2021 di RM. Ulu Juku yang berlokasi di Jl. Prof. Abdurahman Basalamah No. 99A, Karampuang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar. Lokasi ini sangat kondusif karena sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan Virus Covid-19. 

Sebelum membahas program kerja yang akan dilaksanakan, pengurus terlebih dahulu mengevaluasi program kerja pada periode sebelumnya. Pengurus membahas program yang terlaksana dan tidak terlaksana, termasuk faktor penunjang dan penghambatnya. Antusias anggota MGMP untuk menghadiri pertemuan dan dukungan dari MKKS menjadi salah satu penunjang terlaksananya setiap kegiatan. Adapun faktor penghambat tidak terlaksananya beberapa program sebelumnya adalah adanya kebijakan baru dari pemerintah untuk mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sehingga program seperti Bedah SKL dianggap tidak relevan lagi. Selain itu, kebijakan pemerintah kota Makassar untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena situasi darurat pandemi sangat tidak memungkinkan untuk melaksanakan pertemuan MGMP.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan dan bahan perhatian pengurus dalam perumusan program kerja. Di antaranya adalah relevansi program dengan visi misi MGMP, dibutuhkan oleh anggota atau tidak, kemampuan pengurus untuk melaksanakannya, tujuan dan manfaatnya, serta waktu pelaksanaannya. Beberapa program kerja pada periode sebelumnya baik yang sudah terlaksana maupun tidak terlaksana kembali diprogramkan karena berdasarkan analisis kebutuhan anggota ternyata masih sangat dibutuhkan oleh mereka.

Adapun program kerja untuk TA. 2020 - 2021 yang disepakati bisa dilihat disini

Share:

Saturday, January 30, 2021

Sosialisasi AKM bagi guru Matematika di Kota Makassar dirangkaikan Pemilihan Pengurus Baru

Kebijakan pemerintah untuk mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) telah berada di depan mata. Meski demikian, masih banyak guru yang belum memahami apa dan bagaimana nanti teknis pelaksanaan AKM di sekolah. Untuk itu, MGMP Matematika SMP Kota Makassar berinisiatif untuk mengadakan sosialisasi AKM bagi guru matematika di kota Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2021 bertempat di Aula SMP Negeri 30 Makassar dan dihadiri oleh Ibu Hijriah Enang, S.Pd, M.Pd. selaku Pembina MGMP sekaligus ketua MKKS SMP Kota Makassar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa guru harus memperbaharui cara mengajar agar pembelajaran bisa lebih efektif dan lebih menarik bagi siswa. Salah satu cara yang bisa ditempuh oleh guru dalam meningkatkan kompetensinya adalah dengan aktif mengikuti kegiatan di MGMP. 
Berhubung masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka pelaksanaan kegiatan ini agak berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum pandemi. Pada kegiatan kali ini, jumlah peserta dibatasi agar tidak terjadi kerumunan dan para peserta bisa saling menjaga jarak. Selain itu, peserta juga dianjurkan mencuci tangan dan mengecek suhu sebelum memasuki ruangan.
Peserta sosialisasi AKM di Aula SMPN 30 Makassar, 30 Januari 2021

Adapun materi sosialisasi dibawakan oleh Najamuddin, S.Pd, M.Pd. dan dipandu oleh Jamaluddin Tahuddin, S.Pd, M.Pd. Dalam pemaparannya, Pak Naja menyampaikan bahwa Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan Penilaian kompetensi yang mengukur kemampuan literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Adapun konten yang diukur bersifat esensial, berkelanjutan, lintas kelas maupun jenjang serta tidak semua konten dalam kurikulum diujikan. Informasi mutu satuan pendidikan diperoleh dari Asesmen Kompetensi Minimal, Survei Karakter, dan survei lingkungan sekolah. Siswa yang mengikuti AKM dipilih secara acak dari siswa yang duduk di kelas V, VIII, dan XI dengan jumlah maksimal 30 siswa untuk kelas V dan maksimal 45 siswa untuk kelas VIII dan XI.
Kemampuan literasi membaca yang diukur mencakup kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. Sedangkan kemampuan numerasi mencakup kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. 
AKM dilaksanakan selama 2 hari, dimana hari pertama mengujikan Literasi dan Survei Karakter dan hari kedua mengujikan Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar. Bentuk soal AKM terdiri dari soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. Soal untuk siswa kelas V sebanyak 30 soal dengan alokasi waktu: Literasi dan numerasi masing-masing 75 menit, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar masing-masing 20 menit. Untuk kelas VIII dan XI sebanyak 36 soal dengan alokasi waktu: Literasi dan Numerasi masing-masing 90 menit, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar masing-masing 30 menit. Pada sosialisasi ini, pak Naja juga menunjukkan contoh-contoh soal AKM sebanyak 100 soal dengan berbagai bentuk, tipe dan tingkat kesulitan yang berbeda.
Sehubungan dengan berakhirnya masa kepengurusan MGMP Matematika SMP Kota Makassar Periode 2018-2020, maka kegiatan sosialisasi AKM dirangkaikan dengan pemilihan pengurus baru untuk Periode 2020 - 2023. Dalam pemilihan tersebut, Bapak Najamuddin, S.Pd, M.Pd kembali terpilih sebagai ketua MGMP Matematika SMP Kota Makassar periode 2020 - 2023. Selanjutnya ketua terpilih langsung membentuk susunan pengurus yang baru kemudian dikukuhkan oleh Pembina MGMP.
Foto bersama pengurus baru dengan pembina di SMPN 30 Makassar, 30 Januari 2021

Adapun susunan pengurus MGMP Matematika SMP Kota Makassar Periode 2020 - 2023 adalah sebagai berikut:
Pembina: Hijriah Enang, S.Pd, M.Pd. (Kepala UPT SPF SMPN 30 Makassar)
Ketua: Najamuddin, S.Pd, M.Pd. (UPT SPF SMPN 20 Makassar)
Sekretaris: Yahya, S.Pd. (UPT SPF SMPN 26 Makassar)
Bendahara: Dra. Hj. Rawatiah (UPT SPF SMPN 30 Makassar)
Wakil Bendahara: Syahriani Jarimollah, S.Pd, M.Pd (UPT SPF SMPN 7 Makassar)
A. Bidang Perencanaan dan Pelaksanaan Program
  1. Jamaluddin Tahuddin, S.Pd, M.Pd (UPT SPF SMPN 28 Makassar)
  2. Aras, S.Pd (UPT SPF SMPN 36 Makassar)
  3. Andi Waru, S.Pd (UPT SPF SMPN 30 Makassar)
B. Bidang Pengembangan Organisasi, Sarana dan Prasarana
  1. Ismail, S.Pd, M.Pd (UPT SPF SMPN 24 Makassar)
  2. Syahruddin Darmin, S.Pd (UPT SPF SMPN 4 Makassar)
  3. A. Rahma Aris, S.Pd (UPT SPF SMPN 23 Makassar)
C. Bidang Hubungan Masyarakat dan Kerjasama
  1. Amir, S.Pd (UPT SPF SMPN 25 Makassar)
  2. Abbas, S.Pd, M.Pd. (UPT SPF SMPN 5 Makassar)
  3. Juliana, S.Si, M.M. (UPT SPF SMPN 32 Makassar)


Share:

Friday, April 24, 2020

Pembuatan Akun Microsoft 365 Bagi Guru Matematika SMP di Kota Makassar

Pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini bukan lagi menjadi tuntutan era abad 21 saja, akan tetapi telah menjadi kebutuhan pokok layaknya sembako di era pandemi Covid-19. Berbagai cara dan strategi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain di tengah maraknya Pembatasan Sosial yang diterapkan oleh pemerintah mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Akibat pandemi Covid-19, hampir semua institusi dan perusahaan ditutup untuk mencegah penularan virus Corona tidak terkecuali sekolah dan berbagai institusi pendidikan sampai waktu yang tidak ditentukan. Penutupan sekolah dan institusi pendidikan mengakibatkan seluruh aktifitas yang biasanya dilakukan di ruang kelas secara luring, kini seluruhnya terpaksa dilakukan secara online agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Kegiatan proses pembelajaran yang harus dilakukan secara online tidak hanya membutuhkan jaringan internet yang memadai, akan tetapi juga membutuhkan kreatifitas dari para guru dalam memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi agar tetap bisa membelajarkan para peserta didik. Berbagai aplikasi dan produk teknologi, informasi dan komunikasi yang dapat digunakan oleh para pendidik dan peserta didik agar bisa tetap berkomunikasi di tengah pandemi Corona, di antaranya adalah Microsoft Office 365.
Adapun manfaat Microsoft Office 365 bagi pendidik dan peserta didik adalah sebagai berikut:

Manfaat untuk pendidik:
  • Selesaikan tugas dengan penulisan bersama secara real-time, penyimpanan otomatis, serta berbagi praktis di aplikasi web favorit Anda: Word, PowerPoint, dan Excel.
  • Selalu ikuti informasi dalam email dengan Outlook untuk web dan kotak surat sebesar 50 GB.
  • Gunakan Microsoft Teams, hub digital yang memadukan percakapan, panggilan, konten, dan aplikasi yang diperlukan sekolah Anda agar menjadi lebih kolaboratif dan terlibat.
  • Tingkatkan hasil belajar dengan fitur aksesibilitas bawaan dan Alat Pembelajaran yang mendukung kegiatan membaca, menulis, matematika, dan komunikasi.
  • Selalu tertata dengan OneNote, buku catatan digital Anda.
  • Tetap terhubung dengan rekan kerja Anda menggunakan Teams dan Buku Catatan Kelas, Staf, dan PLC di OneNote.
  • Adakan dan lakukan penilaian autentik dengan Forms.
  • Ceritakan kisah secara digital dengan Sway.
  • Tak perlu cemas kehabisan ruang dengan penyimpanan cloud pribadi tak terbatas.
Manfaat untuk pendidik dan tenaga kependidikan (staf):
  • Sampaikan informasi dan libatkan semua orang dengan situs komunikasi dan situs tim di seluruh intranet Anda menggunakan SharePoint.
  • Dukung kepatuhan dengan solusi dari pusat eDiscovery terpadu.
  • Selalu aman dan terlindung dengan manajemen hak, pencegahan kehilangan data, dan enkripsi.
  • Buat, kelola, dan bagikan video dengan aman di sekolah Anda dengan layanan video perusahaan.
  • Rancang aplikasi tanpa perlu menulis kode untuk memperluas data bisnis dengan cepat menggunakan aplikasi seluler dan web kustom.
  • Gunakan automasi alur kerja di seluruh aplikasi dan layanan untuk mengotomatiskan proses bisnis tanpa perlu menulis kode.
  • Lakukan komunikasi dengan mudah menggunakan konferensi video HD.
  • Penyimpanan email tak terbatas dengan pengarsipan di tempat.
  • Dapatkan email tingkat lanjut dengan pengarsipan dan pembekuan dokumen hukum.
  • Jumlah maksimum pengguna: tidak terbatas.    
Manfaat untuk peserta didik:
  • Selesaikan tugas dengan penulisan bersama secara real-time, penyimpanan otomatis, serta berbagi praktis di aplikasi web favorit Anda: Word, PowerPoint, dan Excel.
  • Selalu ikuti informasi dalam email dengan Outlook untuk web dan kotak surat sebesar 50 GB.
  • Gunakan Microsoft Teams, hub digital yang memadukan percakapan, panggilan, konten, dan aplikasi yang diperlukan sekolah Anda agar menjadi lebih kolaboratif dan terlibat.
  • Tingkatkan hasil belajar dengan fitur aksesibilitas bawaan dan Alat Pembelajaran yang mendukung kegiatan membaca, menulis, matematika, dan komunikasi.
  • Selalu tertata dengan OneNote, buku catatan digital Anda.
  • Tetap terhubung dengan Teams dan Buku Catatan Kelas OneNote.
  • Lakukan penilaian autentik dengan Forms.
  • Ceritakan kisah secara digital dengan Sway.
  • Tak perlu cemas kehabisan ruang dengan penyimpanan cloud pribadi tak terbatas.
Harga Office 365 memang fantastis bagi orang awam, akan tetapi Microsoft memberikan Office 365 secara gratis bagi sekolah dan lembaga pendidikan termasuk organisasi pendidikan seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Tentunya memenuhi syarat dan melalui proses validasi oleh Tim Microsoft. 
MGMP Matematika SMP Kota Makassar sebagai organisasi pendidikan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan akun Office 365 for Education secara gratis untuk jumlah user unlimited. Dalam proses registrasi dan validasi, MGMP Matematika SMP Kota Makassar difasilitasi oleh Bapak Mansur, S.Pd sebagai Microsoft Innovative Educator Fellow. Beliau selain bekerja sebagai Guru Matematika di SMP Negeri 2 Pangsid Sidrap juga sebagai Microsoft Innovative Educator Expert. 
Setelah registrasi, selanjutnya melalui proses validasi yang dilakukan oleh Pak Mansur dan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam Tim Microsoft sudah menghubungi admin MGMP untuk melakukan proses aktivasi.
Selanjutnya bagi rekan-rekan guru Matematika SMP di Kota Makassar yang ingin memiliki akun office 365 secara GRATIS, silahkan Klik Disini
Setelah mendapatkan akun Office 365 dari admin, selanjutnya Login pada website Office.com
Untuk lebih jelasnya, baca juga Cara Penggunaan Akun Microsoft Office 365.
Pemanfaatan Office 365 bagi guru dan peserta didik akan dibahas pada pertemuan MGMP berikutnya. (jt)
Share:

Saturday, March 14, 2020

Peningkatan Kompetensi Guru Penggerak Melalui Lesson Study

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kota Makassar mengadakan pertemuan rutin untuk bulan Maret 2020 pada tanggal 14 Maret 2020 bertempat di Aula Penerbit PT. Erlangga, Jalan Letjen Hertasning No. 50 Makassar. Kegiatan yang bertemakan Peningkatan Kompetensi Guru Penggerak Melalui Lesson Study ini sedianya dihadiri oleh jajaran pengurus dan seluruh anggota, akan tetapi mengingat efektifitas serta tempat pelaksanaan tidak mampu menampung seluruh anggota maka terpaksa jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang saja. Sekalipun demikian, kegiatan ini tetap dihadiri oleh 54 orang melebihi kuota yang telah ditentukan. Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ahmad Hidayat.

Dalam sambutannya, Kabid Dikdas menghimbau agar guru dapat mengimplementasikan merdeka belajar dengan menjadi guru kreatif dalam pembelajaran di kelas. Beliau juga berharap agar seluruh guru di kota Makassar khususnya guru matematika bisa lebih aktif mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi sebagai guru melalui kegiatan MGMP.
Sementara itu, ketua MGMP, Najamuddin dalam sambutannya mereview kegiatan Bedah SKL pada pertemuan bulan Februari yang lalu. Ketua MGMP yang lebih akrab disapa Pak Naja ini memberikan penekanan bahwa peserta yang berhak mendapatkan sertifikat untuk kegiatan Bedah SKL adalah peserta yang telah menyelesaikan tagihan pada pertemuan tersebut.
Selanjutnya materi Peningkatan Guru Penggerak Melalui Lesson Study dipaparkan oleh Ibu Andi Waru Paluseri, salah seorang guru Matematika di SMP Negeri 30 Makassar dan dipandu oleh Jamaluddin Tahuddin, guru SMP Negeri 28 Makassar. Dalam paparannya, Bu Andi menjelaskan bahwa lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community
Adapun tahapan lesson study terdiri dari 3 tahap, yakni Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Do), dan Refleksi (See). Sedangkan langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

1. Membentuk kelompok lesson study, 
Pada langkah ini, yang dilakukan adalah merekrut anggota kelompok, menyusun komitmen tentang tugas-tugas yang harus dilakukan, menyusun jadwal pertemuan dan membuat aturan-aturan kelompok.

2. Memfokuskan lesson study, 
Menentukan dan menyepakati tema permasalahan, Merumuskan fokus permasalahan atau tujuan utama pemecahan masalah, Memilih subbidang studi, topik dan unit pelajaran.

3. Menyusun rencana pembelajaran,
Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini? Apa yang kita inginkan dari siswa untuk dipahami pada akhir pembelajaran? Rentetan pertanyaan dan pengalaman apa yang akan mendorong para siswa untuk berpindah dari pemahaman awal menuju pemahaman yang diinginkan? Bagaimana para siswa akan menjawab pertanyaan dan aktivitas apa yang dilakukan siswa pada pembelajaran tersebut? Apakah terdapat masalah dan miskonsepsi yang akan muncul? Bagaimana guru akan menggunakan ide dan miskonsepsi untuk  meningkatkan pembelajaran tersebut? Apa yang akan membuat pembelajaran ini mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa? Apakah diperlukan bukti tentang belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang perlu dikumpulkan, yang nantinya dapat didiskusikan dalam kegiatan refleksi? Bagaimanakah format pengumpulan data yang diperlukan?

4. Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi)
Guru yang ditunjuk mengimplementasikan rencana pembelajaran, Guru lain dan pakar sebagai observer, serta dokumentasi.

5. Refleksi dan Menganalisis Hasil Observasi
Refleksi dari guru pelaksana pembelajaran, tanggapan umum dari observer/pengamat, presentasi dan diskusi tentang hasil pengolahan data dari pengamat, serta tanggapan dan saran dari ahli/pakar.

6. Merencanakan Pembelajaran Tahap Selanjutnya
Apa yang berguna atau nilai tambah apa tentang pelaksanaan lesson study yang telah dikerjakan bersama? Apakah lesson study membimbing kita untuk berpikir dengan cara baru tentang praktek pembelajaran sehari-hari? Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan kita tentang materi pelajaran serta pengetahuan tentang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa? Apakah pelaksanaan lesson study menarik bagi kita dalam meningkatkan keprofesionalan kita? Apakah pelaksanaan lesson study yang dilakukan secara kolaboratif/bersama-sama merupakan suatu kerja yang produktif dan suportif? Sudahkah kita membuat kemajuan pembelajaran secara menyeluruh melalui pelaksanaan lesson study? Apakah semua anggota kelompok kita merasa terlibat dan berguna? Apakah pihak yang bukan peserta kelompok memperoleh informasi atau manfaat dari hasil pelaksanaan  kegiatan lesson study kita? (Lewis, 2002).


Model Pelaksanaan Lesson Study
  • Berbasis Sekolah: Dilaksanakan pada sekolah tertentu, bentuk kelompok-kelompok guru bidang studi/ rumpun bidang studi, melakukan langkah-langkah lesson study 
  • Berbasis Kelompok Sekolah: Banyaknya guru tiap rumpun bidang studi minimal 3 orang, jadwal pelajaran diatur sedemikian hingga pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas guru, sekolah dapat minta bantuan guru senior/dosen pada setiap rumpun bidang studi sebagai koordinator.
  • Berbasis MGMP: Kesepakatan pengurus MGMP untuk melaksanakan lesson study, membentuk kelompok lesson study (kelompok dapat diubah-ubah untuk pengimbasan pengetahuan), melaksanakan langkah-langkah lesson study, melakukan seminar hasil lesson study antar kelompok rumpun bidang studi.

Sukses tidaknya kegiatan lesson study ini tidak bisa lepas dari peranan seorang kepala sekolah. Peranan kepala sekolah dalam lesson study adalah sebagai berikut:
  • Sebagai penggerak, motivator dan koordinator secara keseluruhan
  • Mengatur jadwal pelajaran, agar pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas guru, sekaligus mengatur pelaksanaan lesson study untuk tiap rumpun bid studi.
  • Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan lesson study.
Hasil kegiatan lesson study nantinya akan diseminarkan. Hasil lesson study bisa dipaparkan di antara kelompok lesson study atau antar sekolah. Peserta juga bisa saling tukar pengalaman tentang permasalahan yang muncul dan penyelesaiannya. Selanjutnya, penulisan artikel hasil lesson study untuk disebarluaskan. (jt)
Share:

Visi

"Mewujudkan guru matematika profesional yang inovatif, kreatif, inspiratif, dan berwawasan luas"

Search This Blog

Komentar Terbaru

Translate

Followers