MAKASSAR – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan "Kaji Subkompetensi dan Penulisan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SMP Tahun 2026". Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar.
Workshop yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WITA ini diikuti oleh 169 peserta, yang terdiri dari 72 guru Matematika dan 97 guru Bahasa Indonesia. Acara diawali dengan pembukaan bersama di satu ruangan, sebelum kemudian peserta dipisahkan; guru Bahasa Indonesia menempati aula, sementara guru Matematika menggunakan ruang multimedia untuk pendalaman materi.
Komitmen Terhadap Mutu Pendidikan
Dalam sambutannya, Pembina MGMP Matematika SMP, Hijriah Enang, menyampaikan apresiasi kepada SMPN 30 Makassar sebagai tuan rumah. Ia juga menyoroti kondisi rapor pendidikan saat ini yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan mutu sekolah yang sebenarnya di lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Syamsul Bahri, M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menekankan pentingnya TKA dalam memotret kemampuan akademik peserta didik secara akurat.
"Kegiatan ini sangat krusial karena bersentuhan langsung dengan murid. Kolaborasi antar-guru akan meringankan beban kerja, dan Kota Makassar beruntung telah memiliki narasumber TKA yang kompeten, baik penulis maupun reviewer," ujar Dr. Syamsul Bahri saat membuka acara. Beliau juga mengingatkan pentingnya penerapan Growth Mindset serta keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter.
Penyusunan dan Mekanisme Penjaminan Mutu Soal
Narasumber utama untuk materi Matematika, Najamuddin, S.Pd., M.Pd., memaparkan Workshop Penyusunan Instrumen TKA berdasarkan Perka BSKAP Nomor 047/H/AN/2025 yang mencakup elemen Bilangan, Aljabar, Geometri, serta Data dan Peluang. Sementara materi Bahasa Indonesia dibawakan oleh Muh. Arsyidin CH.
Dalam sesi teknis, para peserta ditargetkan menghasilkan 8 paket soal (6 paket untuk bimbingan sekolah dan 2 paket untuk try out). Setiap paket terdiri dari 30 nomor dengan komposisi Pilihan Ganda sederhana, PGK model MCMA, dan PGK model Kategori.
Guna memastikan kualitas dan standar soal yang dihasilkan, seluruh soal yang telah dibuat oleh peserta tidak langsung difinalisasi, melainkan akan melalui proses reviu terlebih dahulu oleh pengurus MGMP. Langkah ini diambil agar instrumen penilaian yang dihasilkan benar-benar valid, reliabel, dan sesuai dengan kerangka asesmen yang telah ditetapkan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.















