Mewujudkan guru matematika profesional yang inovatif, kreatif, inspiratif, dan berwawasan luas

Halaman

Saturday, January 19, 2019

Workshop Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS

MGMP Matematika mengawali kegiatan rutin di tahun 2019 dengan mengadakan Workshop Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS di SMP Negeri 7 Makassar pada 19 Januari 2019. Materi yang dibahas dalam workshop ini adalah pengembangan soal HOTS, pengembangan pembelajaran berpikir tingkat tinggi, dan penyusunan RPP.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 39 orang guru Matematika se-kota Makassar. Meskipun diikuti relatif sedikit peserta dibandingkan kegiatan bulan sebelumnya, tapi tidak mengurangi semangat dari panitia dan peserta untuk tetap mensukseskan kegiatan ini. 
Seperti biasa, pertemuan rutin diawali dengan membahas permasalahan yang dihadapi guru di sekolah masing-masing. Ada yang menyampaikan contoh soal HOTS dan ada juga yang menyampaikan masalah yang terkait dengan motivasi serta minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. 
Berikut adalah salah satu contoh masalah yang dibahas pada pertemuan kali ini:
Workshop ini kemudian diawali dengan materi Pengembangan Soal HOTS yang dibawakan oleh ketua MGMP Matematika SMP Kota Makassar, Bapak Najamuddin, S.Pd, M.Pd. Materi ini membahas wacana membangun generasi emas 2045 yang dibekali keterampilan abad 21, pengertian HOTS, cara menyusun soal HOTS, dan contoh soal HOTS PISA. 
Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa keterampilan abad 21 yang dibutuhkan setiap siswa adalah kualitas karakter, literasi dasar, dan kompetensi. Karakter yang berkualitas dibutuhkan siswa dalam beradaptasi pada lingkungan yang dinamis, literasi dasar dibutuhkan siswa dalam menerapkan keterampilan dasar sehari-hari, dan kompetensi dibutuhkan siswa dalam memecahkan masalah kompleks.

Pengertian Higher-Order Thinking Skills (HOTS) menurut Puspendik (2014) menunjukkan pemahaman terhadap informasi dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar mengingat informasi. Kita tidak menguji ingatan, sehingga kadang-kadang perlu untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan siswa menunjukkan pemahaman terhadap gagasan dan informasi dan/atau memanipulasi atau menggunakan informasi tersebut.
Dimensi proses kognitif berdasarkan taksonomi Bloom yang telah direvisi dikelompokkan ke dalam tiga level kognitif, yaitu
  • Level 1:  mengingat (C1) dan memahami (C2)
  • Level 2:  mengaplikasikan (C3),
  • Level 3:  menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6)

Adapun prinsip menyusun soal yang mengukur kemampuan HOTS menurut Brookhart (2010) adalah sebagai berikut:
  1. Gunakan materi pengantar (Introductory material), atau membiarkan siswa menggunakan sumber daya materi (resorce material) yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir.
  2. Gunakan materi yang baru
  3. Mengelola kompleksitas dan kesulitan kognitif secara terpisah.

Langkah-langkah menyusun soal HOTS menurut Kemendikbud (2018) adalah sebagai berikut:
  • Menganalisis KD yang dapat dibuat soal HOTS
  • Menyusun kisi-kisi soal
  • Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
  • Menulis butir penyataan sesuai dengan kisi-kisi soal
  • Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban.
Contoh soal HOTS dalam Matematika:
Sumber: Buku Siswa Kelas VIII revisi 2017 Kemdikbud

Diagram lingkaran di atas menunjukkan file yang terdapat di dalam flashdisk milik Reta yang berkapasitas 4 GB (setara dengan 4000 MB). Flash disk tersebut diisi dengan file music, foto, data buku ajar, dan data lainnya. Jika Reta ingin menambahkan file data buku ajar berkapasitas 750 MB dengan terlebih dalu menghapus sebagian file music, Berapa persen dari keseluruhan file music yang harus dihapus agar data buku ajar dapat ditambahkan ke dalam flash disk?
A. 34,75%
B. 40,75%
C. 43,75%
D. 47,35%

Peserta workshop selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan kelas yang diampuh. Kelompok yang terbentuk masing-masing bertugas membuat desain pembelajaran berorientasi HOTS untuk kelas 7, 8, dan 9. Tiap kelompok selanjutnya membuat analisis KD, menetapkan target KD, membuat matriks sumbu simetris KD pengetahuan, merumuskan IPK, membuat desain pembelajaran berdasarkan model pembelajaran, dan membuat soal HOTS.


 Kelompok I: Membuat desain pembelajaran berorientasi HOTS untuk kelas 7

 Kelompok II: Membuat desain pembelajaran berorientasi HOTS untuk kelas 8

 Kelompok III: Membuat desain pembelajaran berorientasi HOTS untuk kelas 9


Melalui kegiatan ini guru matematika SMP di kota Makassar diharapkan mampu membuat desain pembelajaran beserta penilaian yang berorientasi HOTS.
Kegiatan serupa diharapkan bisa terlaksana lagi dengan diikuti oleh lebih banyak peserta. Sangat disayangkan kegiatan yang super hebat ini kurang mendapat perhatian dari guru-guru matematika di kota Makassar. Padahal materi seperti ini sangat jarang dijumpai baik pada skala nasional maupun daerah. (jt)




Share:

4 comments:

  1. Mantap
    Materix selalu up to date
    Pematerix jg luar biasa
    Sukses selalu buat mgmp math kota mks n guru2 matematika.

    ReplyDelete
  2. Mantap
    Materix selalu up to date
    Pematerix jg luar biasa
    Sukses selalu buat mgmp math kota mks n guru2 matematika.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, tetap semangat mengikuti MGMP, juga luar biasa redaltornya Pak Jamaluddin T

    ReplyDelete
  4. Semoga pertemuan berikutnya lebih baik lagi. Sukses selalu mgmp math smp mksr.

    ReplyDelete

Visi

"Mewujudkan guru matematika profesional yang inovatif, kreatif, inspiratif, dan berwawasan luas"

Komentar Terbaru

Translate

Followers

About Me

Maps

Guru Itung. Powered by Blogger.